2. Nilai bilangan oksidasi unsur xenon pada senyawa XeOF4 sama dengan bilangan oksidasi unsur logam yang terdapat dalam senyawa… a. Ca(OH)2b. HFeCI4c. k2Mn94d. ZnCl2e. TiO2beserta penjelasan nya​

SEORANG PENGGUNA TELAH BERTANYA

2. Nilai bilangan oksidasi unsur xenon pada senyawa XeOF4 sama dengan bilangan oksidasi unsur logam yang terdapat dalam senyawa…

a. Ca(OH)2b. HFeCI4c. k2Mn94d. ZnCl2e. TiO2beserta penjelasan nya​

INI JAWABAN TERBAIK

Jawaban
Jawaban yang benar diberikan: ghian136

jawaban:

C

Penjelasan:

2. Nilai bilangan oksidasi unsur xenon pada senyawa XeOF4 sama dengan bilangan oksidasi unsur logam

Jawaban
Jawaban yang benar diberikan: leivindo24
1. jawaban C
EV X = 3s2 3p3
elektron terakhir pada kulit p 3p3
n = 3, l=1, m= +1, s= +1/2

2. jawaban C
elektron akhir n=3 l=1 m=0 s=-1/2
3p5
konfigurasi X = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5
EV= 3s2 3p5
periode 3
gol VII A

3. jawaban A
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p2
Ev = 5s2 5p2
periode 5
gol IV A

4. jawaban B
CaSO4 = kalsium sulfat

5. jawaban D
A. FeSO4 = Besi (II) Sulfat
B. NCl3 = Nitrogen Triklorida
C. MgS = Magnesium Sulfida
D. Al2S3 = Dialuminium Trisulfur
Harusnya= aluminium sulfida
E. SO3 = Sulfur Trioksida

6. jawaban A
Biloks Cr dalam K2Cr2O7
2× biloks K + 2× biloks Cr + 7× biloks O = 0
2×1 + 2Cr + 7×(-2) =0
2Cr = 14 – 2
2Cr = 12
Cr = (+) 6

7. jawaban C
Biloks Cl dalam KClO2
Biloks K + Biloks Cl + 2× Biloks O = 0
1 + Cl + 2×(-2) = 0
Cl = 4 -1
Cl = (+) 3

8. jawaban D
a KClO3 + b HCl –> c KCl + d H2O + e Cl2
a= c = 1
O × d = 3O × a
d = 3
H × b = 2H × d
b = 6
Cl × a + Cl × b = Cl × c + 2Cl × e
Cl + 6Cl = Cl + 2Cl × e
6Cl = 2Cl × e
e = 3
KClO3 + 6HCl –> KCl + 3H2O + 3Cl2
a + b + c + d + e
= 1 + 6 + 1 + 3 + 3
= 14

9. jawaban A
H2S + O2 → S + H2O
setarakan
2H2S + O2 –> 2S + 2H2O
m S = 320gr
n S = m/Ar
n S = 320/32 = 10mol
n H2S = n S = 10mol (perbandingan koefisien)
V H2S = n × 22,4(STP)
V H2S = 10×22,4
V H2S = 224 L

10. jawaban D
C3H8 (g) + O2 (g) → CO2 (g) + H2O (l) (belum setara)
C3H8 + 5O2 –> 3CO2 + 4H2O
m C3H8 = 4,4 gram
n C3H8= m/Mr
n C3H8= 4,4 / 44 = 0,1 mol
n CO2 = 3 × n C3H8
n CO2 = 3 ×0,1
n CO2 =0,3 mol
V CO2= 0,3 × 22,4 (STP)
V CO2= 6,72L

11. jawaban E
a C8H18 + b O2  c CO2 + d H2O
C8H18 + 25/2O2 –> 8CO2 + 9H2O
Nilai a b c d
1, 25/2, 8 ,9

12. jawaban B
CaO + H2O –> Ca(OH)2
m CaO = 224gr
n CaO = 224/ 56 = 4mol
m H2O= 108gr
n H2O= 108/ 18 = 6mol
yang berlebih H2O
habis CaO

13. jawaban D
m Ca(OH)2 = n × Mr
m Ca(OH)2= 4 mol × 74gr/mol
m Ca(OH)2= 296 gr

Jawaban
Jawaban yang benar diberikan: dila8050

7. Atom bergaris bawah berikut yang mengalami  penurunan bilangan oksidasi adalah ….

a. PbO(s) + H₂(g) ==> Pb(s) + H₂O(l)

   Biloks Pb (PbO) dari +2 menjadi 0 (Pb)

b. H₂O₂(g) + H₂S(g) ==> 2 H₂O(l) + S(s)

    Biloks O (H₂O₂) dari -1 menjadi -2 (H₂O)

c. 2 KI(aq) + Cl₂(g) ==> 2 KCl(aq) + I₂(g)

     Biloks Cl (Cl₂) dari 0 menjadi -1 (KCl)

d. 2 Fe₂O₃(aq) + 3 C(s) ==> 4 Fe(s) + 3 CO₂(g)

    Biloks Fe (Fe₂O₃) dari +3 menjadi 0 (Fe)

e. Zn(s) + H₂SO₄(aq) ==> ZnSO₄(aq) + H₂(g)

     Biloks H (H₂SO₄) dari +1 menjadi 0 (H₂)

6. Pada reaksi: 2 NaS₂O₃(aq) + 4 HCl(aq) ==> 2 S(s)  + 2 SO₂(g) + 2 H₂O(l) + 4 NaCl(aq), bilangan  oksidasi sulfur berubah dari ….  

  C. +2 menjadi 0 dan +4

8. Perhatikan reaksi berikut!

    I₂ + 6 OH⁻ ==> I⁻ +  IO₃ + 3 H₂O

   Kenaikan bilangan oksidasi terjadi pada spesi….

   I₂ dengan Biloks I = 0 menjadi IO₃ dengan biloks I = +6

9. Perubahan bilangan oksidasi unsur karbon dalam  reaksi:

   CrO₃ + 3 C₂O₄⁻² +  H₂  ==> Cr⁺³ + 6 CO₂  +  H₂O adalah ….

   (Untuk reaksi nomer 9, saya ragu karena tidak jelas, jadi saya benarkan menjadi C₂O₄⁻² dan hasil akhirnya CO₂)

    Maka biloks unsur C berubah dari +3 menjadi +4

10. Nilai bilangan oksidasi unsur logam pada ion  Cr(OH)₄ sama dengan bilangan oksidasi unsur  logam pada senyawa ….

b. TiO₂

Penjelasan:

Bilangan oksidasi (Biloks) adalah bilangan yang menunjukkan keadaan elektron suatu atom, ion atau molekul kekurangan atau kelebihan elektron.

Dengan mempertimbangkan keelektronegatifan unsur, dapat disimpulkan suatu aturan untuk menentukan bilangan oksidasi adalah sebagai berkut:

1. Unsur Bebas, atomnya memiliki bilangan oksidasi = 0

2. Flourin, unsur yang paling elektronegatif dan membutuhkan tambahan 1 elektron, atomnya mempunyai bilangan oksidasi -1 pada semua senyawanya.

3. Bilangan oksidasi atom unsur logam selalu bertanda Positif (+)

 Untuk logam Alkali (Golongan I A) = +1

 Untuk logam Alkali Tanah (Golongan II A) = +2

4. Bilangan oksidasi suatu unsur dalam bentuk ion tunggal adalah sama dengan muatannya

5. Bilangan Oksidasi atom H umumnya = +1, kecuali dalam senyawaan logam, dimana bilangan oksidasi atom H = -1 dikarenakan unsur logam lebih elektropositif dari unsur Hidrogen

6. Bilangan Oksidasi atom O umumnya = -2, kecuali pada contoh:

7. Jumlah Bilangan Oksidasi atom unsur-unsur dalam suatu senyawa = 0

8. Jumlah Bilangan Oksidasi atom unsur-unsur dalam suatu ion poliatom = muatannya.

Karena keterbatasan Karakter dalam mejawab, saya tidak bisa menjelaskan semuanya, saya akan ambil contoh pada nomor 10.

Penentuan Biloks dalam senyawa Cr(OH)₄.

Berdasarkan pada aturan di atas, maka mengacu pada aturan nomer 7, yaitu :

Jumlah Bilangan Oksidasi atom unsur-unsur dalam suatu senyawa = 0

maka, biloks total dalam senyawa Cr(OH)₄ = 0

selanjutnya, pada senyawa Cr(OH)₄ terdapat 3 jenis unsur penyusun yaitu Cr, O, H sehingga penentuan biloks didasarkan pada biloks unsur yang sudah pasti atau tercantum dalam aturan diatas, sehingga kita mulai dari H, O dan kemudian Cr.

Berdasarkan pada aturan nomer 5 dan 6 yaitu:

Bilangan Oksidasi atom H umumnya = +1

Bilangan Oksidasi atom O umumnya = -2

Maka:

Biloks total dalam senyawa Cr(OH)₄ = 0

Biloks Cr + 4 x Biloks O + 4 x Biloks H = 0

Biloks Cr + 4 x (-2) + 4 x (+1) = 0

Biloks Cr + (-8) + 4 = 0

Biloks Cr – 4 = 0

Biloks Cr = +4

sehingga kita cari biloks logam pada pilihan yang bernilai +4, sehingga ketemu pilihan B yaitu TiO₂

Jika kita hitung dengan cara yang sama dengan perhitungan biloks Cr(OH)₄ maka:

Biloks total TiO₂  = 0

Biloks Ti + 2 x Biloks O = 0

Biloks Ti + 2 x (-2) = 0

Biloks Ti – 4 = 0

Biloks Ti = +4

Demikian contoh pembahasannya, semoga bisa dipahami.

Pelajari soal-soal reaksi Reduksi Oksidasi (Redoks) lainnya melalui link berikut:

Selamat Belajar dan Tetap Semangat!!!

———————————————————————————————–

Kelas           : X

Mapel          : KIMIA

BAB             : Redoks

Kode            : 10.7.9.

————————————————————————————————

7. atom bergaris bawah berikut yang mengalamipenurunan bilangan oksidasi adalah a. pbo(s) + h2(g) →

Jawaban
Jawaban yang benar diberikan: tiararahmadhan

jawaban:

jawabannya : C.Bilangan oksidasi unsur S pada senyawa selalu sama dengan -1

Penjelasan:

A. BENAR karena Biloks unsur hidrogen (H) dalam senyawa pada umumnya adalah +1 (aturan biloks no.5)

B. BENAR BIloks unsur ion tunggal sesuai dengan muatannya (aturan biloks no.3) seperti Na^{+}, Ca^{2+}, dan Cl^{-} memiliki bilangan oksidasi berturut-turut +1, +2 dan -1

C. SALAH karena BIloks unsur S pada senyawa selalu -2 karena unsur S adalah unsur bergolongan VIA (aturan biloks no.4)

D. BENAR karena Biloks unsur logam dalam senyawa selalu positif (aturan biloks no.2)

E. BENAR karena Biloks unsur O pada H2O2

(2*H) + 2O = 0(2*1) + 2O = 02 + 2O = 02O = -2O = -1

jadi jawabannya adalah C

Jawaban
Jawaban yang benar diberikan: hendrairawan81

jawaban:

Nilai bilangan oksidasi Xenon dalam XeOF sama dengan bilangan oksidasi Fe dalam  HFeCl₄. Dimana bilangan oksidasi Xe dalam XeOF adalah +3. Bilangan oksidasi Fe dalam HFeCL₄ adalah +3. Sehinga jawaban yang benar adalah B

Penjelasan:

Bilangan oksidasi Xe dalam XeOF adalah +3

( 1 x biloks Xe) + ( 1 x biloks F ) + ( 1 x biloks O ) = 0

( 1 x biloks Xe ) + ( 1 x -1 ) + ( 1 x -2)= 0

biloks Xe -1  -2 = 0

biloks Xe =0 +1 + 2

biloks Xe = +3

Fe dalam HFeCL₄ adalah +3

( 1 x biloks H) + ( 1 x biloks Fe ) + ( 4 x biloks Cl ) = 0

( 1 x 1 ) + ( 1 x biloks Fe ) + ( 4 x -1)= 0

1 + biloks Fe -4 = 0

biloks Fe = 0 +4 – 1

biloks Fe = +3

Pelajari lebih lanjut tentang materi penentuan bilangan oksidasi, pada

#BelajarBersamaBrainly

Jawaban
Jawaban yang benar diberikan: Vlok2102
Nomor 1
biloks O = -2 (umumnya)
biloks SO2 = 0 (tidak bermuatan)
biloks S + 2 biloks O = biloks SO2
biloks S + 2(-2) = 0
biloks S = +4

nomor 2
biloks O = -2 (umumnya)
biloks N2O5 = 0
2 biloks N + 5 biloks O = biloks N2O5
2 biloks N + 5(-2) = 0
2 biloks N = +10
biloks N = +5

Jawaban
Jawaban yang benar diberikan: valswag5765
Silahkan lihat digambar ya..
semoga membantu..

1. unsur x mempunyai konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6 3s2 3p3 .keempat bilangan kuantum elektron ter
1. unsur x mempunyai konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6 3s2 3p3 .keempat bilangan kuantum elektron ter
1. unsur x mempunyai konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6 3s2 3p3 .keempat bilangan kuantum elektron ter

Was this helpful?

0 / 0

Leave a Reply 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *