Apa perbedaan dan persamaan dari BPOM dan LPPOM…..??

SEORANG PENGGUNA TELAH BERTANYA 👇

Apa perbedaan dan persamaan dari BPOM dan LPPOM…..??

INI JAWABAN TERBAIK 👇

Membalas:

Saat ini, berbagai industri di Indonesia mulai membaik dalam hal perizinan. Khususnya di Industri Makanan, Obat-obatan dan Kosmetik, mulai melengkapi perizinan seperti PIRT, BPOM, Sertifikat Halal MUI, dan lain-lain. Saat ini yang paling banyak dikritik konsumen adalah masalah ada atau tidaknya Sertifikasi Halal untuk suatu produk.

Dalam upaya membantu proses kehalalan suatu produk dan menjadikan Indonesia sebagai tolok ukur kehalalan dunia, LPPOM-MUI (Lembaga Pengkajian Pangan, Obat, Kosmetika, Majelis Ulama Indonesia) bekerjasama dengan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) . Kedua lembaga tersebut sudah mulai menyamakan standar untuk melawan bahan makanan dan kosmetik yang tidak halal. Lalu apa bedanya LPPOM dan BPOM? Mari terus membaca.

Menurut Lukmanul Hakim, Direktur LPPOM MUI, menyatakan bahwa “Peranan LPPOM MUI adalah melindungi masyarakat dari makanan yang tidak halal atau haram untuk dikonsumsi. Masyarakat di sini bukan hanya konsumen, tetapi sepengetahuan kami, di MUI semua elemen negara ini, seperti produsen dan lembaga dan asosiasi”.

Label halal pada kemasan merupakan tanda bukti bahwa suatu produk telah mendapat sertifikasi halal dari LPPOM MUI (Ada nomor registrasi LPPOM MUI). Sertifikasi halal ini berupa fatwa tertulis dari MUI tentang suatu produk, yang menyatakan bahwa produk tersebut adalah produk halal.

Jika ada produsen atau penjual yang mencantumkan Logo/Label Halal MUI tanpa memiliki sertifikat halal dari MUI, itu adalah penipuan atau pemalsuan oleh konsumen dan dapat dituntut secara hukum. Kemudian keberadaan BPOM berwenang untuk melakukan audit keamanan produk dari segi kesehatan. Sehingga produk yang telah lulus izin BPOM dapat dipastikan aman dan sehat untuk dikonsumsi.

Bagi Anda yang sudah bersertifikat BPOM, Anda juga harus bersertifikat Halal MUI, begitu juga sebaliknya. Secara sederhana, izin BPOM ini dapat menyatakan bahwa produk kami aman untuk dikonsumsi (Thoyiban), sedangkan sertifikat LPPOM ini menetapkan jaminan kehalalan produk (Halalan). Jadi jika produk Anda sudah lolos BPOM dan LPPOM, berarti produk Anda halal

dan persamaan menjamin bahwa makanan dapat dimakan (halal)

Membalas:

BPOM: Badan Pengawas Obat dan Makanan

LPPOM: Lembaga Pengkajian Pangan, Obat dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia

Penjelasan:

BPOM bekerja sebagai pengawas di bidang obat dan makanan.

Sementara itu,

LPPOM merupakan lembaga yang memiliki tugas berat untuk menyelidiki, menganalisis, menganalisis, dan memutuskan apakah suatu produk, baik pangan dan turunannya, obat-obatan maupun produk kosmetika, aman dikonsumsi, baik dari segi kesehatan maupun dari segi kesehatan. ajaran Islam, yaitu Halal atau baik untuk dikonsumsi umat Islam, khususnya di wilayah Indonesia.

maaf kalo salah

Was this helpful?

3 / 0

Leave a Reply 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *