Bagaimana perbedaan pendapat Imam Malik,Imam Syafi’i,Imam Hanafi dan Imam Hambali mengenai ijab qobul dalam rukun infak! *​

SEORANG PENGGUNA TELAH BERTANYA 👇

Bagaimana perbedaan pendapat Imam Malik,Imam Syafi’i,Imam Hanafi dan Imam Hambali mengenai ijab qobul dalam rukun infak! *​

INI JAWABAN TERBAIK 👇

Membalas:

Dalam madzhab Hanafi, rukun pernikahan ada tiga yaitu suami istri, ijab kabul, 2 orang saksi laki-laki atau satu orang saksi laki-laki dan dua orang saksi perempuan.

Kedudukan wali dalam madzhab Hanafi, ulama terbagi menjadi dua pendapat. Pendapat pertama menjadikannya sebagai syarat “al-jawaz”.

Artinya, kehadiran wali atas seorang perempuan merupakan syarat sahnya perkawinan, sekalipun ia tidak terikat dalam akad perkawinan. Pendapat kedua bukanlah syarat, atas pemahaman bahwa perempuan boleh menikah sendiri.

Menurut madzhab Maliki, rukun nikah ada empat yaitu wali nikah, mahallan nikah (suami-istri), shiqhat/ijab-qobul dan mahar.

Status saksi nikah dalam mazhab Maliki bukanlah rukun nikah, hanya sebagai bagian dari wajib nikah, dengan tujuan untuk melindungi suami istri dari tuduhan atau kewajiban perkawinan.

Sedangkan mazhab Syafi’i, rukun nikah ada empat yaitu shighah (ijab qabul), suami istri, dua saksi dan wali.

Mazhab Hanbali juga meyakini bahwa rukun pernikahan ada empat, yaitu shighah (ijab qabul), suami istri, dua saksi, dan wali.

Pendapat umum bahwa keempat mazhab sepakat bahwa suami istri adalah rukun nikah, sedangkan kedudukan wali Imam Hanafi adalah syarat, sedangkan Maliki, Syafi’i dan Hambali adalah rukun.

Demikian pula, di saki, Imam Hanafi, Syafi’i dan Hanbali berada dalam harmoni. Tapi kesaksian Imam Maliki adalah wajib.

Was this helpful?

0 / 0

Leave a Reply 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *