Berikan contoh masing masing untuk skala pengukuran nominal, ordinal, interval dan rasio

SEORANG PENGGUNA TELAH BERTANYA 👇

Berikan contoh masing masing untuk skala pengukuran nominal, ordinal, interval dan rasio

INI JAWABAN TERBAIK 👇

1. Skala nominal

Ini adalah skala terlemah/terendah di antara empat skala pengukuran. Sesuai dengan nama atau sebutannya, skala nominal hanya dapat membedakan satu benda atau peristiwa dengan yang lain berdasarkan nama (predikat). Misalnya penggolongan barang yang diproduksi dalam suatu proses produksi dengan predikat cacat atau tidak cacat. Atau, bayi yang baru lahir bisa laki-laki atau perempuan. Tidak jarang angka dipilih secara sembarangan sebagai pengganti nama atau sebutan, untuk membedakan benda atau kejadian berdasarkan berbagai cirinya. Misalnya, angka 1 dapat digunakan untuk merujuk pada sekelompok barang cacat dari suatu proses produksi dan angka 0 untuk merujuk pada sekelompok barang tidak cacat dari suatu proses produksi. Skala nominal umumnya digunakan ketika peneliti tertarik pada jumlah objek atau peristiwa yang termasuk dalam setiap kategori nominal. Jenis data ini sering disebut data hitungan atau data frekuensi. Contoh lain termasuk tanggapan dikotomis (ya, tidak); Jenis kelamin Laki-laki Perempuan); warna lampu lalu lintas (merah, kuning, hijau); nomor urut partai politik pada Pemilu 2004 (1, 2, …, 44); dan lain-lain.

2. Skala Ordinal

Skala ordinal ini lebih tinggi dari skala nominal dan sering juga disebut skala penilaian. Hal ini karena dalam skala ordinal, lambang-lambang hasil pengukuran selain menunjukkan perbedaan, juga menunjukkan urutan atau tingkatan benda yang diukur menurut sifat-sifat tertentu. Misalnya tingkat kepuasan seseorang terhadap produk. Kita dapat memberikan angka dengan 5 = sangat puas, 4 = puas, 3 = kurang puas, 2 = tidak puas dan 1 = sangat tidak puas. Atau, misalnya, dalam sebuah kompetisi, pemenangnya mendapat nilai 1,2,3 dan seterusnya. Dalam skala ordinal, tidak seperti skala nominal, ketika kita ingin mengubah angka, itu harus dilakukan secara berurutan dari tinggi ke rendah atau dari rendah ke tinggi. Jadi kita tidak boleh melakukan 1 = sangat puas, 2 = tidak puas, 3 = puas, dan seterusnya. Yang diperbolehkan adalah 1 = sangat puas, 2 = puas, 3 = tidak puas, dan seterusnya.

Selain itu, hal yang perlu diperhatikan tentang fitur skala ordinal adalah meskipun nilai sudah memiliki batas yang jelas, tetapi tetap tidak memiliki jarak (selisih). Kita tidak tahu seberapa jauh kepuasan dari tidak puas menjadi tidak puas. Dengan kata lain, bahkan jika kita memberikan 5 untuk sangat puas dan 1 untuk sangat tidak puas, kita tidak dapat mengatakan bahwa kepuasan karena sangat puas lima kali lebih besar daripada sangat tidak puas. Seperti halnya skala nominal, dalam skala ordinal kita tidak dapat menerapkan operasi matematika (aritmatika) standar seperti pengurangan, penjumlahan, perkalian dan lain-lain. Alat statistik berdasarkan skala ordinal juga merupakan alat statistik berdasarkan jumlah dan proporsi, seperti modus, distribusi frekuensi, Chi Square dan beberapa alat statistik non parametrik lainnya.

3. Skala interval

Skala interval memiliki ciri-ciri seperti yang ada pada skala nominal dan ordinal dengan tambahan ciri lain yaitu adanya interval yang tetap. Jadi skala interval sudah memiliki nilai intrinsik, sudah memiliki jarak, tetapi jaraknya belum kelipatan.

Misalnya dalam pengukuran suhu. Jika ada tiga daerah yang bersuhu daerah A = 10oC, luas B = 15oC, dan luas C=20oC. Kita dapat mengatakan bahwa perbedaan suhu di area B adalah 5oC lebih hangat dari area A, dan perbedaan suhu antara area C dan area B adalah 5oC. Namun, kita tidak dapat mengatakan bahwa suhu area C dua kali lipat dari area A (artinya tidak bisa kelipatan). Mengapa? Karena dengan pengukuran lain, misalnya dengan Fahrenheit, di zona A suhunya 50oF, di zona B = 59oF dan di zona C=68oF. Artinya, dengan pengukuran Fahrenheit, area C tidak dua kali lebih panas dari area A, dan ini karena dalam derajat Fahrenheit titik nol berada pada 32, sedangkan dalam derajat Celcius titik nol berada pada 0. Penskalaan interval ini sepenuhnya numerik, dan kita dapat menerapkan semua operasi matematika, serta alat statistik, kecuali yang didasarkan pada proporsi, seperti koefisien variasi.

4. Skala rasio

Skala rasio adalah skala data dengan kualitas tertinggi. Semua fitur skala nominal, ordinal, dan interval ditambah sifat nilai nol mutlak ditemukan dalam skala rasio. Nilai nol mutlak ini berarti merupakan nilai dasar yang tidak dapat diubah walaupun menggunakan skala lain. Oleh karena itu, pada skala rasio, ukuran tersebut sudah memiliki nilai perbandingan/perbandingan.

Pengukuran pada skala rasio yang sering digunakan adalah pengukuran tinggi dan berat badan. Misalnya, benda A beratnya 30 kg, sedangkan benda B beratnya 60 kg. Maka dapat dikatakan bahwa benda B dua kali lebih berat dari benda A.

Was this helpful?

0 / 0

Leave a Reply 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *