Penargetan gaya hidup

Penargetan gaya hidup adalah cara mensegmentasi pasar yang melampaui pendapatan masyarakat. Dengan demikian, memperhitungkan variabel-variabel seperti kegiatan yang dilakukan oleh orang-orang, kepentingan yang menggerakkan mereka dan pendapat yang mereka ungkapkan.

Memang, segmentasi gaya hidup adalah cara yang digunakan untuk mensegmentasi pasar menurut variabel seperti perilaku, motivasi dan nilai-nilai yang mempengaruhi perilaku konsumen.

Oleh karena itu, segmentasi berdasarkan gaya hidup, dengan tidak memperhitungkan variabel ekonomi saja, memberikan pandangan konsumen yang lebih luas. Artinya, tidak hanya mempertimbangkan apa yang dimiliki seseorang, tetapi juga apa yang diharapkan, diinginkan, dan bagaimana mereka membelanjakan uangnya.

Namun, ini adalah jenis segmentasi yang lebih sulit untuk dilakukan, tetapi setelah dikembangkan, dapat memberikan hasil yang lebih baik. Hal ini mengingat adanya pengetahuan konsumen yang lebih baik, yang mengharuskan pemasaran mendeteksi perubahan yang terjadi pada gaya hidup.

Mengapa penargetan menurut gaya hidup penting?

Tentunya bisnis yang menggunakan lifestyle targeting dapat memahami banyak aspek dari konsumennya. Diantaranya, bagaimana orang tersebut hidup, apa yang mereka komunikasikan dengan tindakan mereka, kebiasaan individu dan keluarga mereka. Semua elemen ini memengaruhi sikap positif atau negatif yang mereka tunjukkan terhadap produk Anda.

Demikian pula gaya hidup setiap orang mencerminkan sikap, nilai, minat, dan perasaan. Faktor-faktor ini sangat menentukan dalam perilaku pasarnya. Bagi pemasaran, gaya hidup sangat penting karena menghasilkan pola perilaku konsumen.

Di atas segalanya, pola perilaku konsumen memungkinkan kita untuk mengetahui aspirasi pembeli dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan mereka ketika memilih produk di pasar. Variabel yang paling mempengaruhi keputusan ini adalah nilai, keyakinan, dan minat orang tersebut.

Sistem dan gaya hidup VALS1

Stanford Research Institute melakukan penelitian pada tahun 1978 untuk menganalisis perubahan yang dihadirkan masyarakat di tahun 60-an, dengan mempertimbangkan bahwa orang mengubah sikap pembelian mereka sepanjang hidup mereka. Sistem VALS1 menentukan gaya hidup sesuai dengan aktivitas dan minat masyarakat.

Berdasarkan penelitian ini, mereka mengklasifikasikan konsumen menjadi tiga kelompok:

  • Konsumen yang digerakkan oleh prinsip: Mereka adalah orang-orang yang berbelanja sambil memikirkan seperti apa dunia seharusnya.
  • Konsumen berorientasi status: Mereka membuat pilihan berdasarkan pendapat dan sikap orang lain.
  • Konsumen yang berorientasi pada tindakan: Mereka adalah konsumen yang memutuskan pembeliannya berdasarkan aktivitas, variasi, dan risiko.

Sistem dan gaya hidup VALS2

Kemudian, pada tahun 1998, dilakukan tinjauan terhadap studi VALS1, mengingat aspek terpenting dalam gaya hidup masyarakat adalah faktor psikografis, berkembang klasifikasi berikut:

  • Orang-orang yang sangat terlibat dalam keputusan pembelian: Mereka adalah orang-orang yang menjalani proses pembelian secara intens dan oleh karena itu mereka menganggapnya sangat penting.
  • Orang yang perilaku pembeliannya sistematis dan rutin: Mereka adalah konsumen yang membeli produk yang tidak berdampak besar pada pendapatan mereka. Mereka dapat dilihat sebagai komoditas yang sangat sering dibeli.
  • Pembeli Impuls: Mereka semua adalah orang-orang yang tidak merencanakan pembelian mereka dan memanfaatkan peluang yang disajikan di pasar. Mereka tidak memiliki preferensi untuk produk atau merek tertentu.

Gaya hidup menurut studi VALS

Berdasarkan penelitian sebelumnya, gaya hidup berikut didefinisikan:

1. Dengan orientasi diri

Di antara gaya hidup berdasarkan orientasi diri konsumen, kami menemukan klasifikasi berikut:

ke. Berorientasi pada prinsip

  • Sesuai: Mereka adalah orang-orang yang sangat terorganisir, percaya diri, intelektual, dewasa dan puas.
  • orang percaya: Anda akan menemukan orang-orang yang penuh hormat, literal, setia, praktis, dan sangat konservatif.

B. Didorong status

  • Berprestasi: Mereka adalah individu yang sangat mainstream, membumi, berorientasi pada pencapaian, berfokus pada karier, dan sadar merek.
  • Dipaksa: Sangat antusias, orang-orang modern, sangat ramah dan tidak terlalu percaya diri.

C. Berorientasi pada aksi

  • Eksperimen: Mereka adalah individu yang tidak sabar, spontan, sangat impulsif, antusias dan muda.
  • pembuat: Ini termasuk kelompok orang yang mandiri, sangat praktis dan, di atas segalanya, berorientasi pada keluarga.

2. Karena ketersediaan sumber daya

Mengambil sumber daya konsumen sebagai referensi, kami menemukan gaya hidup berikut:

  • Inovator: Mereka adalah orang-orang yang sangat mandiri, pemimpin, mampu mengambil risiko, aktif dan sukses.
  • Pejuang: Mereka adalah orang-orang yang berhati-hati, konservatif, berpenghasilan rendah, konformis, dan berpendidikan rendah.

Kesimpulannya, kita dapat mengatakan bahwa penargetan gaya hidup sangat penting untuk pemasaran. Karena dalam segmentasi ini tidak hanya variabel ekonomi yang diperhitungkan, tetapi juga menambah sikap, nilai, minat, pendapat dan motivasi masyarakat. Dengan semua variabel ini, setiap orang membentuk konsep diri mereka sendiri, yang memungkinkan mereka untuk memiliki gagasan yang lebih baik tentang bagaimana konsumen berperilaku di pasar.

Was this helpful?

0 / 0

Leave a Reply 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *