Persamaan agregat kasar dan agregat halus

SEORANG PENGGUNA TELAH BERTANYA 👇

Persamaan agregat kasar dan agregat halus

INI JAWABAN TERBAIK 👇

Membalas:

. agregat halus.

Agregat halus umumnya terdiri dari pasir atau partikel yang lolos saringan No. 4, sedangkan agregat kasar tertahan pada saringan. Ukuran maksimum agregat kasar dalam struktur beton diatur dalam peraturan untuk kepentingan komponen yang berbeda. Tetapi pada dasarnya tujuannya adalah agar agregat dapat masuk atau melewati antara tulangan atau acuan.

Pasir sebagai agregat halus dalam pembuatan beton ekspos dari sumbernya dapat berupa pasir alam hasil pemecahan batuan secara alami atau berupa pasir buatan yang dihasilkan oleh alat pemecah batu. Untuk mendapatkan beton mutu yang baik, pasir yang akan digunakan harus memenuhi kriteria tertentu. Pasir harus terdiri dari butiran yang tajam, keras, dan permanen. Selain itu, pasir tidak boleh banyak mengandung lumpur dan bahan organik karena dapat mengurangi kekuatan beton.

Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah keragaman butiran halus yang ditambahkan. Dengan mengetahui gradasi (pembagian atau pembagian ukuran agregat), perencanaan campuran beton dapat dilakukan dengan benar. Tujuan dari penilaian ini hanyalah untuk mengurangi stres seminimal mungkin.

2. Agregat kasar.

Agregat kasar terdiri dari batu pecah dan kerikil. Batu pecah diperoleh dari stone crusher, sedangkan kerikil adalah hasil hancuran batuan. Perbedaan mendasar antara kerikil (karang) dan batu pecah adalah, dengan permukaan yang lebih kasar, batu pecah memastikan ikatan yang lebih kuat dengan semen.

Seperti halnya agregat halus, agregat kasar harus memenuhi beberapa persyaratan, yaitu terbuat dari butiran yang keras dan tidak berpori. Jenis agregat ini juga tidak boleh mengandung banyak lumpur dan kekerasan juga merupakan salah satu syaratnya. Agregat kasar harus terdiri dari butiran dengan berbagai ukuran untuk mendapatkan rongga minimum. Penggunaan granulometri ini juga tergantung dari dimensi penggunaan beton yang akan dibuat.

Untuk memisahkan agregat kasar dari agregat halus digunakan ayakan no 4. Bahan yang tertahan pada ayakan adalah agregat kasar. Ini dilakukan dengan menggunakan satu set filter yang digerakkan motor (saringan saringan). Setelah perhitungan selesai, dapat dibuat kurva distribusi ukuran atau kurva gradasi agregat halus (pasir).

Was this helpful?

0 / 0

Leave a Reply 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *